Sinergi Tiga Lembaga Dorong Pertanian Organik Terpadu di Sumedang

Bandung Barat, 10 Juni – Lintasdesa.com – Koperasi Makalangan, DPD Forum Membangun Desa (FORMADES) Provinsi Jawa Barat, dan PT Nusantara Sejahtera Medica menjalin kesepahaman untuk mengembangkan program pertanian organik terpadu berbasis potensi lokal di Kabupaten Sumedang. Program percontohan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada pertengahan Juni 2026.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan sistem pertanian yang mengintegrasikan sektor peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian sayur, hingga persawahan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Kesepahaman tersebut merupakan hasil dari proses komunikasi dan penyamaan visi yang berlangsung intensif antara ketiga pihak. Puncaknya ditandai dengan pertemuan di Sekretariat Bersama Koperasi Makalangan, Kabupaten Bandung Barat, yang dihadiri jajaran pengurus koperasi dan manajemen PT Nusantara Sejahtera Medica, Jum’at (5/6/2026).

Dalam pertemuan itu, PT Nusantara Sejahtera Medica diwakili langsung oleh pemilik perusahaan, Lisna Ismayanti, didampingi fasilitator sekaligus tim pemasaran, Tini Agustin. Pertemuan menghasilkan kesepakatan mengenai spesifikasi produk, pola pendampingan, serta mekanisme kerja sama yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Setelah tercapai kesepahaman dengan pihak perusahaan, Koperasi Makalangan kemudian berkoordinasi dengan DPD FORMADES Jawa Barat untuk menentukan lokasi pelaksanaan tahap awal. Hasilnya, Kabupaten Sumedang dipilih sebagai daerah percontohan dengan melibatkan kelompok tani dan peternak yang telah tergabung sebagai anggota koperasi.

Dalam skema kerja sama tersebut, PT Nusantara Sejahtera Medica berperan sebagai mitra teknis sekaligus penyedia sarana produksi melalui pupuk organik HGO (High Golden Organik). Selain menyediakan produk, perusahaan juga akan memberikan pembinaan, sosialisasi, dan pendampingan teknis kepada para petani.

“Kami sangat menyambut baik kesepahaman ini. Sebagai perusahaan lokal asli Bandung Barat, produk HGO lahir dari keinginan membantu petani memperoleh solusi yang murah, berkualitas, dan ramah lingkungan. Kami siap mendukung penuh karena tujuan kami sama, yakni memajukan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Lisna Ismayanti.

Senada dengan itu, Tini Agustin mengatakan pihaknya ingin memastikan transfer pengetahuan berjalan dengan baik sehingga para petani tidak hanya menerima produk, tetapi juga memahami cara penggunaannya secara tepat.

“Tugas kami menjembatani kebutuhan di lapangan dengan solusi yang dimiliki perusahaan agar usaha pertanian terpadu dapat berjalan optimal,” katanya.

Sementara itu, Koperasi Makalangan akan menjalankan fungsi sebagai penggerak ekonomi sekaligus koordinator kelompok sasaran program. Koperasi bertugas menghimpun anggota, mengelola kebutuhan sarana produksi, hingga mendorong pengelolaan hasil panen agar memiliki nilai tambah ekonomi.

Pengurus Koperasi Makalangan, Kang Harry, menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada distribusi pupuk, tetapi membangun sistem ekonomi yang berkelanjutan.

“Limbah peternakan anggota akan dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk yang kemudian dipadukan dengan produk HGO untuk menyuburkan sawah dan kebun. Harapannya hasil panen meningkat dan kesejahteraan anggota ikut terangkat,” ujarnya.

Di sisi lain, DPD FORMADES Jawa Barat berperan sebagai fasilitator kebijakan dan koordinasi antar lembaga, sedangkan DPC FORMADES Kabupaten Sumedang dipercaya menjadi pelaksana teknis di lapangan.

Ketua DPD FORMADES Provinsi Jawa Barat, H. Aam Sofyan, menyebut sinergi antara koperasi, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha lokal merupakan kekuatan besar dalam mendukung pembangunan desa.

“Kami menyambut baik terjalinnya kesepahaman ini. Sinergi seperti ini perlu terus didorong agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat pembangunan berbasis potensi desa,” katanya.

Ketua DPC FORMADES Kabupaten Sumedang, Tresna Ratnasih, juga menyatakan kesiapan organisasinya menjalankan amanah tersebut.

“Kami siap melibatkan kelompok tani dan peternak binaan yang telah terdaftar di Koperasi Makalangan. Kami berharap Sumedang menjadi lokasi percontohan yang berhasil dan dapat menjadi model bagi daerah lain di Jawa Barat,” ujarnya.

Konsep pertanian organik terpadu yang akan diterapkan memanfaatkan limbah peternakan dan perikanan sebagai bahan dasar pupuk organik, kemudian diperkuat dengan penggunaan pupuk HGO untuk meningkatkan kesuburan lahan pertanian. Hasil produksi selanjutnya diharapkan dapat dikelola secara bersama sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Melalui kerja sama tersebut, ketiga pihak menargetkan peningkatan kesejahteraan anggota koperasi dan masyarakat desa melalui penurunan biaya produksi, peningkatan kualitas hasil pertanian, serta terbukanya peluang usaha baru yang berkelanjutan.

Apabila pelaksanaan perdana di Kabupaten Sumedang berjalan sesuai rencana, model kolaborasi ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai kabupaten dan kota lain di Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat berbasis desa.

*) Ditulis oleh: Tim Kontributor Bandung Barat