Karnaval Tunggulrejo Jadi Etalase Potensi Desa dan Promosi Telaga Kusuma

Telaga Kusuma Agrowisata Waterpark, Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono, Karanganyar,

LINTASDESA.COM, KARANGANYAR – Ribuan warga memadati kawasan Telaga Kusuma Agrowisata Waterpark, Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono, Karanganyar, Sabtu (5/9/2026). Mereka datang menyaksikan karnaval pembangunan desa yang sekaligus menjadi ajang memperkenalkan berbagai potensi Tunggulrejo.

Karnaval mengambil start dari lapangan desa dan berakhir di kawasan kantor Desa Tunggulrejo. Lokasi tersebut berdekatan dengan Telaga Kusuma yang dikelola BUMDes Tunggulrejo dan menjadi panggung kehormatan dalam kegiatan tersebut.

Beragam potensi warga ditampilkan sepanjang pawai. Seni dan budaya, kreativitas masyarakat, potensi pertanian hingga berbagai kreasi warga dikemas dalam penampilan yang menarik perhatian pengunjung.

Kehadiran ribuan orang di kawasan Telaga Kusuma juga dimanfaatkan sebagai momentum promosi desa wisata. Masyarakat tidak hanya menikmati hiburan, tetapi sekaligus diperkenalkan dengan salah satu aset wisata yang dikembangkan Pemerintah Desa Tunggulrejo melalui BUMDes.

Kepala Desa Tunggulrejo, Suparno, mengatakan karnaval tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun, menurutnya, kegiatan tersebut memiliki tujuan yang lebih luas.

“Karnaval ini salah satunya untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia, meningkatkan jiwa patriotisme masyarakat, mempromosikan desa wisata Tunggulrejo, dan mengajak peran serta masyarakat untuk bersama-sama membangun desa,” kata Suparno.

Baca Juga :  Ketum FORMADES: Kios Ditertibkan, Permainan Pupuk Bergeser ke Kelompok Tani

Ia menegaskan, promosi desa wisata menjadi salah satu fokus kegiatan. Pemerintah desa berharap masyarakat ikut mengambil bagian dalam mengenalkan potensi Tunggulrejo kepada masyarakat yang lebih luas.

“Intinya ini sebagai upaya promosi desa wisata Tunggulrejo. Harapannya masyarakat bisa bersama-sama bergotong royong membangun dan mempromosikan Tunggulrejo sebagai desa wisata sehingga lebih dikenal masyarakat luas,” ujarnya.

Suparno menjelaskan, karnaval pembangunan tidak dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan tersebut direncanakan digelar sekitar dua tahun sekali sebagai ruang bagi masyarakat untuk berekspresi sekaligus memperkenalkan potensi desa.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan Camat Jumantono, Agus Wibawanto. Ia melihat karnaval bukan sekadar kegiatan hiburan, tetapi juga menunjukkan kuatnya kebersamaan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa.

Karnaval sekaligus untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia

“Ini bentuk rasa syukur, keguyubrukunan dan kegotongroyongan warga masyarakat Desa Tunggulrejo,” kata Agus.

Pemerintah kecamatan, lanjutnya, berkomitmen mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang dapat memperkuat pembangunan desa.

“Program-program pembangunan di wilayah Desa Tunggulrejo bisa berjalan. Mudah-mudahan ke depan Tunggulrejo semakin maju, sejahtera dan menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Bagi warga, kemeriahan karnaval juga menjadi ruang untuk membangun kebanggaan terhadap desa. Totok, salah seorang peserta sekaligus warga Tunggulrejo, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga :  140 Juta Warga Indonesia Tersentuh Bantuan Tunai Kesra, Mulai Disalurkan Oktober 2025

“Bangga sekali menjadi warga Tunggulrejo. Dengan adanya hiburan rakyat seperti ini, kami sebagai peserta dan warga merasa senang dan bahagia,” katanya.

Masyarakat Tunggulrejo, ekonomi, UMKM dan pembangunan

Ia berharap kegiatan serupa dapat memberikan dampak terhadap perkembangan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM dan pembangunan desa.

“Harapannya ke depan pembangunan dan persatuan masyarakat di Tunggulrejo semakin baik, terutama dalam hal ekonomi, UMKM dan pembangunan,” ujarnya.

Kemeriahan karnaval membuat kawasan Telaga Kusuma dipadati warga hingga pengunjung dari luar desa. Situasi tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi promosi wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi.

Karnaval pembangunan Tunggulrejo akhirnya tidak hanya menjadi panggung hiburan. Di balik arak-arakan dan kreativitas warga, terselip pesan bahwa pembangunan desa juga membutuhkan partisipasi masyarakat, pengembangan potensi lokal, serta kemampuan desa mengelola asetnya untuk mendorong ekonomi dan kesejahteraan warga. (ysp/pjn)