“Sudah Bayar Setahun Lalu, Meteran Tak Kunjung Dipasang: Warga Oirleli Keluhkan Pelayanan PLN Roma”

KECAMATAN KEPULAUAN ROMA, MBD 4 Juni lintasdesa.com – Sebuah keluhan mendalam datang dari warga Desa Persiapan Oirleli, Kecamatan Kepulauan Roma, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Rasa kecewa dan pertanyaan besar menghinggapi masyarakat lantaran pelayanan pemasangan jaringan listrik yang dinilai sangat lambat dan tanpa kejelasan. Padahal, biaya pemasangan meteran telah dilunasi warga sejak tanggal 12 Juni 2025 silam, namun hingga saat ini, nyala listrik belum juga masuk ke rumah-rumah mereka.
Sudah hampir satu tahun berlalu sejak uang pembayaran diserahkan melalui petugas PLN Unit Pelayanan Roma, namun janji penyambungan tenaga listrik belum terlaksana. Akibat keterlambatan yang tidak wajar ini, warga terpaksa hidup dalam keterbatasan dan ketidakpastian, di tengah kondisi wilayah kepulauan yang memang masih menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur.
Kehidupan sehari-hari pun menjadi terhambat. Tanpa akses listrik mandiri, warga harus bergantung sepenuhnya pada tetangga yang lebih dahulu teraliri listrik. Mulai dari mengisi daya telepon genggam, menyalakan penerangan saat malam hari, hingga kebutuhan rumah tangga dasar lainnya, warga terpaksa harus “menumpang” dan bergantung pada bantuan lingkungan sekitar.
Salah satu warga yang merasa dirugikan, M. Pookey, mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku telah menyelesaikan seluruh kewajiban administrasi dan pembayaran yang diminta pihak PLN Roma tepat waktu. Namun, realisasi di lapangan nihil.
“Sudah hampir satu tahun beta bayar lunas biaya meteran, tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda pemasangan. Waktu itu kami bayar lewat petugas PLN Roma, uangnya sudah diterima, tapi hasilnya belum ada,” ungkap M. Pookey dengan nada kesal.
Warga sebenarnya memaklumi bahwa setiap layanan publik pasti memiliki prosedur, tahapan administrasi, maupun kendala teknis di lapangan. Namun, jangka waktu penantian yang hampir mencapai satu tahun dianggap sangat berlebihan dan tidak masuk akal, apalagi transaksi pembayaran sudah sah dilakukan.
“Katong paham kalau ada prosedur atau aturan. Tapi masa katong sudah bayar setahun yang lalu, sampai sekarang belum ada pemasangan sama sekali? Apa alasannya? Katong hanya disuruh sabar, tapi tidak pernah diberi penjelasan yang jelas apa kendalanya,” tegasnya.
Puncak kekecewaan masyarakat adalah ketiadaan komunikasi resmi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan maupun sosialisasi terbuka dari manajemen PLN Roma mengenai alasan penundaan pemasangan meteran tersebut. Masyarakat merasa hak pelayanan mereka diabaikan, padahal pembayaran telah diterima.
Kondisi ini memunculkan sorotan tajam terkait kualitas pelayanan publik di wilayah terdepan seperti Kepulauan Roma. Listrik saat ini bukan lagi barang mewah atau kebutuhan sekunder, melainkan kebutuhan dasar manusia yang sangat menunjang pendidikan, perekonomian, komunikasi, hingga kenyamanan hidup berwarga negara. Keterlambatan ini seolah memandulkan harapan masyarakat untuk menikmati pemerataan pembangunan energi.
Warga Desa Persiapan Oirleli pun menuntut kejelasan. Mereka berharap manajemen PLN Roma segera merespons keluhan ini, memberikan penjelasan publik, dan sesegera mungkin merealisasikan pemasangan meteran listrik yang sudah menjadi hak mereka. Masyarakat tidak hanya menuntut pelayanan, tetapi juga transparansi dan akuntabilitas atas uang yang telah mereka bayarkan.
Hingga berita ini diturunkan di Lintasdesa.com, pihak manajemen PLN Roma belum memberikan tanggapan atau keterangan resmi terkait permasalahan yang dialami oleh warga Desa Persiapan Oirleli ini.
*)Kontributor LD Maluku
