KETUA DPD FORMADES JAWA BARAT, H. AAM SOFYAN: PANCASILA ADALAH PONDASI UTAMA MEMBANGUN DESA YANG BERKEDAULATAN, BERKELANJUTAN, DAN BERKEADILAN

BANDUNG – 1 juni – lintasdesa.com – Menyambut peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni, Ketua DPD FORMADES (Forum Membangun Desa) Provinsi Jawa Barat, H. Aam Sofyan, menyampaikan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila harus menjadi landasan utama, jiwa, dan pedoman nyata dalam setiap gerakan, program, dan upaya pembangunan di tingkat desa. Baginya, peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen sakral untuk mempertegas kembali arah perjuangan organisasi serta tujuan kemajuan desa di seluruh tanah Jawa Barat.
Dalam keterangannya, H. Aam Sofyan mengemukakan bahwa tanggal 1 Juni adalah waktu yang paling tepat bagi seluruh elemen bangsa, khususnya para pemangku kepentingan pembangunan desa, untuk merenung dan melakukan refleksi mendalam: sejauh mana semangat persatuan, keadilan sosial, dan kemanusiaan yang terkandung di dalam kelima sila Pancasila telah benar-benar diterapkan, diamalkan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di pelosok desa. Menurutnya, pembangunan desa tidak boleh hanya berbicara soal pembangunan fisik, ekonomi, atau administrasi semata, melainkan harus berakar kuat pada jati diri bangsa, berlandaskan kebersamaan, serta berpegang teguh pada prinsip gotong royong yang merupakan kearifan lokal asli Indonesia.
“Pancasila adalah identitas kita sebagai bangsa, sekaligus jawaban atas berbagai tantangan yang kita hadapi, termasuk dalam upaya memajukan dan menyejahterakan wilayah pedesaan. Khususnya Sila Ketiga: Persatuan Indonesia, itulah ruh dan jiwa utama dari keberadaan FORMADES ini. Forum Membangun Desa dibentuk dengan tujuan mulia untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat, tokoh, pemuda, perempuan, hingga para pemangku kebijakan, agar tidak berjalan sendiri-sendiri atau terpecah belah, melainkan bersatu padu, bergandengan tangan mengangkat harkat, martabat, dan kesejahteraan desa kita semua,” tegas H. Aam Sofyan.
Lebih jauh ia menjelaskan, keberagaman budaya, adat istiadat, serta latar belakang masyarakat yang ada di desa-desa se-Jawa Barat bukanlah potensi perpecahan, melainkan kekayaan besar yang harus dijaga persatuannya sesuai semangat Pancasila. Di sinilah peran strategis FORMADES hadir sebagai wadah pemersatu, tempat bertemunya gagasan, aspirasi, dan tenaga, untuk memastikan bahwa setiap kebijakan, program, dan langkah pembangunan desa benar-benar berpijak pada kepentingan seluruh warga, berjalan adil, beradab, dan tidak berpihak pada kepentingan kelompok atau golongan tertentu saja.


H. Aam Sofyan juga menegaskan keselarasan yang sangat erat antara nilai dasar Pancasila dengan prinsip yang tertulis dalam lambang dan visi organisasi FORMADES, yaitu “Gotong Royong, Sinergi, dan Transparan”. Menurutnya, prinsip tersebut adalah penjabaran langsung dan nyata dari nilai-nilai yang tercantum dalam dasar negara. Semangat musyawarah untuk mufakat yang menjadi inti Sila Keempat, selalu dijadikan landasan utama dalam setiap pertemuan, rapat kerja, perumusan kebijakan, maupun pelaksanaan kegiatan di tingkat forum maupun di lapangan.
“Pembangunan desa yang sejati dan berkelanjutan menurut pandangan kami, adalah pembangunan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan; berjalan secara transparan dan akuntabel; serta menjamin keadilan sosial bagi seluruh warga desa tanpa terkecuali. Seluruh kegiatan yang kami jalankan—mulai dari pendampingan, pelatihan kapasitas, pengembangan potensi lokal, hingga advokasi kebijakan—bertujuan tunggal: agar desa semakin berdaulat, semakin mandiri, dan rakyatnya semakin sejahtera. Tujuan ini sejalan persis dengan cita-cita luhur Pancasila untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, H. Aam Sofyan mengajak seluruh pengurus, anggota, simpatisan, dan seluruh elemen masyarakat desa di Jawa Barat untuk menjadikan momen Hari Lahir Pancasila ini sebagai titik tolak penguatan komitmen baru. Ia berharap ke depan, peran FORMADES semakin besar, strategis, dan berdampak nyata dalam mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius, lebih peduli, dan lebih berpihak dalam membangun desa. Ia juga kembali mengingatkan agar nilai-nilai luhur bangsa ini tidak hanya dijadikan slogan indah, tetapi benar-benar hidup, tumbuh, dan menjadi pedoman dalam melayani masyarakat.
“Bagi kami, Pancasila adalah harga mati, tidak bisa ditawar lagi. Indonesia adalah rumah besar kita, dan desa-desa adalah pondasi utamanya. Jika pondasi desa kita kuat, kokoh, dan dibangun di atas nilai-nilai luhur, maka rumah besar Indonesia ini akan tetap berdiri tegak, aman, damai, dan semakin maju ke depan,” pungkas H. Aam Sofyan.

*)Redaksi LD Bandung