DPD FORMADES Jawa Barat Perkuat Pondasi Organisasi, H. Aam Sofyan Siapkan Konsolidasi dan Retret Pengurus Se-Jawa Barat

Kabupaten Bandung — 25 Juni Lintasdesa.com. Kepengurusan definitif Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Membangun Desa (FORMADES) Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan H. Aam Sofyan langsung bergerak cepat melakukan penguatan organisasi setelah resmi menerima Surat Keputusan (SK) Definitif dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FORMADES.

Langkah awal yang ditempuh bukanlah meluncurkan program seremonial ataupun kegiatan yang bersifat populis. Sebaliknya, kepengurusan baru memilih memperkuat fondasi organisasi melalui konsolidasi internal sebagai bekal menghadapi berbagai agenda pembangunan masyarakat di masa mendatang.

Setelah Tim Formatur menyelesaikan penyusunan struktur kepengurusan dan menyerahkan laporan resmi kepada DPP FORMADES, Ketua DPD FORMADES Jawa Barat H. Aam Sofyan segera mengundang seluruh jajaran pengurus untuk mengikuti silaturahmi dan konsolidasi perdana yang dilaksanakan di kediamannya di Jalan Sapan, Tegal Luar, Kabupaten Bandung.

Pertemuan tersebut menjadi tonggak awal perjalanan kepengurusan definitif DPD FORMADES Jawa Barat. Selain mempererat silaturahmi antar pengurus, agenda ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan seluruh unsur organisasi, mulai dari Dewan Pembina, Dewan Penasihat, pengurus harian hingga seluruh bidang yang akan menjadi motor penggerak organisasi.

Kegiatan berlangsung penuh semangat kekeluargaan dengan dihadiri perwakilan pengurus dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat, di antaranya Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Bogor, Bekasi, Ciamis, serta daerah lainnya yang telah bergabung dalam struktur kepengurusan DPD.

Kepengurusan Dibangun Berbasis Keterwakilan DaerahDalam sambutannya, Ketua DPD FORMADES Jawa Barat H. Aam Sofyan menegaskan bahwa komposisi kepengurusan yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota merupakan keputusan strategis organisasi.

Menurutnya, Jawa Barat memiliki wilayah yang sangat luas dengan karakteristik daerah yang beragam. Karena itu, keberadaan pengurus dari berbagai wilayah dinilai menjadi kebutuhan agar koordinasi organisasi dapat berjalan lebih efektif.”

DPD Jawa Barat tidak boleh hanya berpusat di Kota Bandung. Organisasi ini harus hadir dan memiliki representasi di seluruh kabupaten dan kota sehingga komunikasi dengan DPC berjalan lebih cepat, aspirasi daerah dapat langsung tersampaikan, dan program organisasi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar H. Aam Sofyan.

Ia menambahkan, struktur kepengurusan yang telah dibentuk belum sepenuhnya final. Sejumlah posisi Kepala Seksi pada berbagai bidang masih akan dilengkapi secara bertahap sesuai dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan FORMADES di Jawa Barat.”

Kita tidak ingin membangun organisasi yang besar hanya di atas kertas. Yang kita bangun adalah organisasi yang kuat dari dalam, memiliki sistem yang baik, SDM yang siap, dan mampu bekerja secara profesional,” katanya.

DPP FORMADES Apresiasi Langkah Penguatan Internal

Konsolidasi tersebut turut dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Pusat FORMADES, di antaranya Sekretaris Jenderal DPP Agus Dadang Hermawan, Ketua Bidang Hukum dan HAM Busban Iskandar, S.H., M.H., didampingi Sekretaris Bidang Hukum dan HAM Doni Almas, S.H., M.H., serta Sekretaris Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) DPP Yadi Wahyudi.

Dalam paparannya, Sekretaris Jenderal DPP memberikan pembekalan mengenai sejarah lahirnya FORMADES, filosofi organisasi, visi, misi, hingga arah perjuangan FORMADES sebagai organisasi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat desa.

Ia menegaskan bahwa nilai utama FORMADES adalah gotong royong, kolaborasi, integritas, dan transparansi dalam tata kelola organisasi.

Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi oleh kemampuan membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata dan sinergi dengan berbagai pihak.”

FORMADES harus menjadi organisasi yang terbuka, profesional, dan mampu bekerja sama dengan pemerintah, TNI, Polri, akademisi, dunia usaha, maupun seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi adalah kunci keberhasilan organisasi,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal DPP juga memberikan apresiasi kepada DPD FORMADES Jawa Barat yang memilih memperkuat struktur organisasi terlebih dahulu sebelum menjalankan berbagai program eksternal.

“Langkah ini menunjukkan kedewasaan organisasi. Penguatan internal adalah investasi jangka panjang. Organisasi yang kuat lahir dari struktur yang solid, bukan sekadar banyaknya kegiatan,” katanya.

Siapkan Pembekalan dan Retret Pengurus Usai pelaksanaan konsolidasi, H. Aam Sofyan langsung menginstruksikan Sekretaris DPD bersama Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) untuk melakukan konsolidasi lanjutan dengan seluruh DPC FORMADES di Jawa Barat.

Tidak hanya itu, DPD FORMADES Jawa Barat juga mulai mempersiapkan kegiatan Pembekalan dan Retret Pengurus FORMADES Se-Jawa Barat yang direncanakan berlangsung selama dua hari di kawasan Gunung Puntang, Kabupaten Bandung.

Seluruh pengurus DPD diwajibkan mengikuti kegiatan tersebut. Sementara dari tingkat DPC, minimal Ketua, Sekretaris, dan Bendahara dari 19 kabupaten/kota akan menjadi peserta utama. DPD juga membuka kesempatan bagi bidang-bidang di tingkat DPC untuk ikut ambil bagian.

Menurut H. Aam Sofyan, kegiatan tersebut bukan sekadar pelatihan organisasi, tetapi merupakan proses pembentukan karakter kepemimpinan dan penguatan budaya organisasi.

“Kami ingin membangun rasa memiliki terhadap organisasi, memperkuat tanggung jawab, kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat gotong royong. Semua itu tidak cukup hanya dipelajari di ruang kelas,” ujarnya.

Pemilihan Gunung Puntang sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna filosofis.”Kami sengaja memilih gunung, bukan gedung. Alam mengajarkan kesederhanaan, kepemimpinan, kebersamaan, dan rasa syukur. Di sana kita bisa melakukan tadabur alam sekaligus memahami bahwa membangun organisasi membutuhkan proses sebagaimana alam membentuk kehidupan,” kata H. Aam Sofyan.

Untuk memperkaya materi pembekalan, DPD FORMADES Jawa Barat berencana menghadirkan narasumber dari Pemerintah Daerah, TNI, Polri, lembaga penegak hukum, akademisi, hingga berbagai lembaga mitra lainnya.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, konsep retret akan disusun secara komprehensif dan diajukan kepada Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) DPP FORMADES agar memperoleh penyempurnaan sehingga materi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Menulis Sejarah Baru FORMADES Jawa Barat Rangkaian konsolidasi ditutup dengan pembekalan mengenai tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang setelah pembacaan Surat Keputusan DPP FORMADES.

Ketua Dewan Penasihat DPD FORMADES Jawa Barat, H. Asep Bunbun Bunyamin, S.H., dalam pesan penutupnya mengingatkan bahwa membangun organisasi harus dimulai dengan memahami organisasi itu sendiri.

Ia mengajak seluruh pengurus untuk mempelajari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), menjaga etika organisasi, membangun budaya saling menghormati, serta mengedepankan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan.

Menurutnya, FORMADES Jawa Barat masih berada pada fase awal pertumbuhan sehingga seluruh pengurus memiliki tanggung jawab moral untuk membesarkan organisasi secara bersama-sama.”FORMADES di Jawa Barat masih ibarat bayi yang baru lahir. Masa depannya bergantung pada bagaimana kita merawat, membimbing, dan membesarkannya dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Mengutip pesan Sekretaris Jenderal DPP, H. Asep Bunbun Bunyamin mengatakan bahwa Jawa Barat saat ini masih seperti selembar kertas putih.

“Apa yang kita tuliskan hari ini akan menjadi sejarah organisasi di masa depan. Karena itu mari kita isi lembaran putih ini dengan karya, pengabdian, integritas, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.”

Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota hingga pemerintah desa agar FORMADES dapat menjalankan perannya sebagai mitra strategis pembangunan.

Menurutnya, FORMADES harus hadir sebagai jembatan yang menghubungkan aspirasi masyarakat dengan pemerintah, sekaligus menjadi penyampai informasi pembangunan kepada masyarakat.

“FORMADES harus mampu menjadi solusi, bukan menambah persoalan. Harus menjadi perekat, bukan pemisah. Kehadirannya harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Barat.”

Melalui konsolidasi perdana ini, DPD FORMADES Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang profesional, inklusif, dan berintegritas. Dengan mengedepankan semangat gotong royong, kolaborasi, dan penguatan sumber daya manusia, FORMADES optimistis dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat di seluruh wilayah Jawa Barat

*)Kontributor LD Bandung