BUMDes Wonomulyo, Saat Anak Muda Desa Menanam Harapan dari Tanah Sendiri

Desa Wonolopo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar

KARANGANYAR, Lintasdesa.com – Di tengah anggapan bahwa pertanian bukan lagi masa depan anak muda, BUMDes Wonomulyo justru membuktikan sebaliknya. Dari lahan pertanian di Desa Wonolopo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, lahir gerakan pemberdayaan desa yang melibatkan generasi muda sebagai motor utama ketahanan pangan.

Senin (11/5/2026), hamparan jagung seluas sekitar satu hektare dipanen bersama. Panen tersebut bukan hanya menghasilkan jagung, tetapi juga menumbuhkan optimisme baru bahwa desa memiliki masa depan jika dikelola dengan semangat kolaborasi dan inovasi.

Di bawah pengelolaan anak-anak muda desa, program ketahanan pangan BUMDes Wonomulyo berkembang melalui sektor pertanian jagung dan peternakan kambing. Keduanya dirancang saling terhubung dalam konsep pertanian terpadu.

Hasil jagung dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai pakan ternak kambing sehingga seluruh potensi pertanian dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa terbuang sia-sia.

Direktur BUMDes Wonomulyo, Muhamad Dwi Ariyanto mengatakan, keterlibatan anak muda menjadi bagian penting dalam membangun usaha desa yang produktif dan berkelanjutan.

“Anak muda itu punya cara berpikir yang berbeda, lebih terbuka terhadap ide dan solusi baru. Tapi tetap kita kolaborasikan dengan pengalaman para petani senior,” ujarnya.

Baca Juga :  Dandim 0819 Tinjau Lokasi Tenggelamnya kapal Pemancing.

Semangat itu juga dirasakan langsung oleh salah satu pengelola muda, Dhani Dewa Arianto. Ia mengaku memilih terjun ke pertanian karena ingin ikut menjaga potensi desa sekaligus membuktikan bahwa bertani juga bisa menjadi masa depan anak muda.

“Kalau bukan dimulai dari kita, dari siapa lagi? Saya ingin anak-anak muda desa tidak malu bertani. Tanah di desa ini subur dan punya potensi besar kalau dikelola bersama,” katanya.

Program tersebut didukung melalui Dana Desa dari alokasi ketahanan pangan. Saat ini, total lahan yang dikelola mencapai sekitar 1,5 hektare dengan sistem tanam bertahap agar masa panen berlangsung berkelanjutan.

Tak hanya pertanian, sektor peternakan kambing juga mulai menunjukkan hasil positif. Puluhan kambing yang dikelola BUMDes bahkan sebagian besar telah dipesan warga untuk kebutuhan kurban Iduladha.

Kepala Desa Desa Wonolopo, Agus Susilo menilai kolaborasi antara generasi muda dan petani senior menjadi kekuatan baru dalam membangun ekonomi desa.

Menurutnya, hasil panen jagung kali ini bahkan melampaui target awal dengan produktivitas diperkirakan mencapai lebih dari delapan ton per hektare.

Baca Juga :  GSJT Menuntut Stop Razia Over Dimension Over Loading (ODOL)

Lebih dari sekadar hasil panen, program ini menjadi ruang belajar bagi generasi muda desa untuk terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, pengambilan keputusan, hingga pengembangan ekonomi desa.

BUMDes Wonomulyo ingin membuktikan bahwa pertanian bukan pekerjaan masa lalu, melainkan peluang masa depan yang mampu menciptakan kemandirian desa, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dari Desa Wonolopo, semangat itu kini tumbuh bersama jagung-jagung yang menguning di ladang—bahwa anak muda desa juga mampu menjadi penggerak perubahan.

*) Ditulis oleh : Heriyosh