Pertanian dan Peternakan Terpadu FORMADES Sumenep, Ikhtiar Membangun Ekonomi Desa dan Membuka Lapangan Kerja

Foto: DPC FORMADES Kabupaten Sumenep, Madura mengembangkan program pemberdayaan pertanian terpadu dengan peternakan

LINTASDESA.COM , Sumenep, Senin (24/8/2026) — Semangat membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa terus dikembangkan DPC FORMADES Kabupaten Sumenep, Madura, melalui gagasan pengembangan demplot pertanian dan peternakan terpadu.

Program tersebut lahir dari semangat anggota, pengurus, dan simpatisan FORMADES Sumenep untuk menghadirkan kegiatan produktif yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi organisasi dan masyarakat, tetapi juga dapat berkembang menjadi sumber penghidupan serta membuka lapangan kerja di tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.

Ketua DPC FORMADES Kabupaten Sumenep, Achmad Badri, mengatakan pengembangan demplot tersebut merupakan bagian dari upaya menerjemahkan semangat FORMADES dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui potensi yang ada di daerah.

Menurutnya, kegiatan pertanian dan peternakan tidak harus dipandang sebagai usaha individual semata. Jika dikelola secara serius, terencana, dan berbasis pemberdayaan masyarakat, sektor tersebut dapat menjadi salah satu fondasi ekonomi desa.

“Ini berangkat dari semangat anggota, pengurus dan simpatisan. Harapannya, ketika usaha ini berkembang, secara tidak langsung dapat mengkaryakan masyarakat dan membuka lapangan kerja, mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten,” ujar Achmad Badri.

Demplot tersebut diarahkan untuk mengembangkan berbagai jenis usaha peternakan, di antaranya ayam, mentok, kelinci, kambing hingga sapi. Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan, potensi lahan, sumber daya manusia serta kondisi lingkungan setempat.

Baca Juga :  Pegawai Bapas Klaten Ubah Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif: Wujud Nyata Dukungan Terhadap Program Ketahan Pangan

Membangun Siklus Produksi yang Saling Menguatkan

Konsep yang dikembangkan FORMADES Sumenep bukan sekadar menempatkan pertanian dan peternakan dalam satu kawasan. Lebih jauh, program tersebut menggunakan pendekatan pertanian dan peternakan terpadu, yakni sistem budidaya yang menghubungkan berbagai komponen produksi agar dapat saling memberikan manfaat.

Dalam sistem ini, hasil samping atau limbah dari satu kegiatan dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya bagi kegiatan lainnya. Limbah ternak, misalnya, dapat diolah menjadi pupuk organik untuk tanaman. Sementara hasil pertanian tertentu dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari sumber pakan ternak.

Dengan demikian, terbentuk sebuah siklus produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Pendekatan tersebut juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembelian pupuk dan sebagian kebutuhan pakan dari luar. Selain memberikan nilai ekonomi, pemanfaatan limbah secara produktif dapat membantu menjaga kualitas lingkungan dan kesuburan tanah.

“Pertanian dan peternakan terpadu itu membangun sebuah siklus. Limbah dari satu komponen dapat menjadi sumber daya bagi komponen lainnya. Jadi bukan hanya mengejar hasil produksi, tetapi juga bagaimana sistemnya bisa berkelanjutan dan menjaga alam tetap subur,” jelas Achmad.

Achmad Badri, Ketua DPC FORMADES Kabupaten Sumenep

Dari Demplot Menuju Pemberdayaan Masyarakat

Baca Juga :  Akankah Pintu Penjara Merindukan Bekas Menteri Agama Era Jokowi.

Bagi FORMADES Sumenep, demplot juga diharapkan dapat menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat. Demplot dapat digunakan untuk mengenalkan praktik budidaya, pengelolaan ternak, pengolahan pupuk organik, pemanfaatan hasil pertanian serta pengembangan usaha yang memiliki nilai tambah.

Jika model tersebut berhasil dikembangkan, pengelolaannya dapat diperluas melalui keterlibatan kelompok masyarakat dan pelaku usaha lokal. Dengan begitu, manfaat ekonomi tidak berhenti pada satu lokasi demplot, tetapi dapat menyebar ke masyarakat di sekitarnya.

DPC FORMADES Kabupaten Sumenep sendiri berkedudukan di Jalan Pesantren, Gang Dahlia Nomor 03, Dusun Toros, Babbalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep.

Achmad menegaskan, pengembangan pertanian dan peternakan terpadu tersebut merupakan bagian dari komitmen FORMADES dalam menjalankan amanah visi dan misi organisasi, khususnya dalam mendorong peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat.

“Semoga dengan hadirnya FORMADES, semakin banyak kegiatan yang bisa menebar manfaat dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Melalui pendekatan tersebut, FORMADES Sumenep ingin menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Pemanfaatan potensi lokal, semangat gotong royong dan pengelolaan usaha produktif secara berkelanjutan juga dapat menjadi jalan untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

*) Tim kontributor Jawa Timur