Perkuat Ketahanan Pangan, Ribuan Warga Bandung Barat Terima Kartu Anggota Program Hibah Ayam Petelur

Lintasdesa.com, Bandung Barat – Langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan kemandirian ekonomi masyarakat desa kembali digulirkan di Kabupaten Bandung Barat. Bertempat di Sekretariat Yayasan Meong Sempur Saigel (MS Saigel), pada Sabtu (31/01), dilaksanakan acara penyerahan Kartu Anggota kepada lebih dari 3.000 calon penerima Program Hibah Bantuan Ayam Petelur yang tersebar di 6 kecamatan.
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 200 perwakilan kelompok dari masing-masing kecamatan. Program hibah ini merupakan kolaborasi strategis GI FANS Garuda Indonesia, Komnas UKM Kabupaten Bandung, dan Forum Membangun Desa (FORMADES) yang mengawal program langsung dari pusat hingga ke tingkat masyarakat. Adapun pelaksanaan teknis di lapangan dimandatkan kepada Yayasan MS Saigel dan Koperasi Makalangan.
Komitmen Transparansi dan Kedisiplinan
Acara dibuka oleh Ketua Yayasan MS Saigel sekaligus Sekretaris Jenderal FORMADES, Agus Dadang Hermawan. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemberi program dGI Fans Garuda Indonesia dan lembaga terkait yang telah gigih mengawal hibah ini. Ia juga memohon maaf kepada masyarakat atas panjangnya proses administrasi, mulai dari pendataan hingga penerbitan kartu anggota.
“Proses ini memang memakan waktu karena merupakan tahapan prosedural yang wajib dipenuhi. Hari ini, dengan terbitnya kartu anggota, tugas kami dalam penginputan data telah tuntas. Selebihnya, kita berserah diri kepada Allah SWT. Kejujuran dan kesabaran adalah kunci utama,” ujar Agus.
Beliau juga mengingatkan para calon penerima untuk segera menyiapkan lahan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). “Program ini memiliki aturan yang sangat ketat dengan pengawasan melekat selama 30 bulan. Laporan berkala adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan,” tegasnya.

Tahapan Teknis: Survei hingga Distribusi
Secara terpisah melalui sambungan video call, Asep Gandi Wahyudi menjelaskan langkah teknis pasca-distribusi kartu. Tim dari DPP GI Fans Garuda Indonesia bersama Komnas UKM, didampingi Formades, Yayasan, dan Koperasi, akan segera turun ke lapangan untuk melakukan survei lokasi dan verifikasi lahan.
“Setelah lolos survei, para anggota akan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dan pelatihan. Hal ini penting sebelum kami mendistribusikan ayam petelur usia 16 minggu, lengkap beserta kandang dan pakannya,” jelas Asep.
Senada dengan itu, Koordinator Jawa Barat, Yadi Wahyudi, memberikan penguatan mengenai sistem perawatan dan pemberian pakan. Ia menekankan agar masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi tim verifikasi asalkan seluruh persiapan sudah dilakukan sesuai arahan dan SOP yang telah diberikan.
Integrasi dengan Program “Astacita” dan Makan Bergizi Gratis (MBG)
Pembina FORMADES, Apung Hadiat Purwoko (akrab disapa Apih Apung), memberikan pembekalan inspiratif berdasarkan pengalamannya di birokrasi, mulai dari Camat hingga Kepala Kesbangpol KBB. Ia menegaskan bahwa program ini selaras dengan visi Astacita Presiden Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka.
“Pemerintah saat ini sangat serius mendidik masyarakat untuk mandiri. Jangan sampai program ini disia-siakan seperti pengalaman pahit masa lalu—seperti K.U.T atau bantuan ternak yang hilang tanpa jejak karena kurangnya pengawasan dan integritas,” ujar Apih Apung dengan penuh semangat.

Beliau memaparkan bahwa program ini akan terintegrasi secara ekonomi dengan Koperasi Makalangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasil telur dari masyarakat akan diserap oleh koperasi untuk memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).
“Saya ingatkan, jangan terjebak rayuan spekulan atau tengkulak yang menawarkan harga lebih tinggi sesaat. Jika bapak/ibu menjual keluar secara sepihak, koperasi akan terkena penalti dan sistem kerja sama ini akan hancur. Kejujuran adalah modal utama agar kita tidak merugi di kemudian hari,” tegasnya.
Harapan untuk Bandung Barat Selatan
Menutup arahannya, Apih Apung menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Meong Sempur Saigel yang memprioritaskan masyarakat Bandung Barat wilayah Selatan dalam program ini. Ia berharap keberhasilan program ayam petelur ini akan membuka pintu bagi bantuan-bantuan pemerintah lainnya di masa depan.
“Jika Bandung Barat Selatan bisa menjadi contoh sukses dalam kemandirian ekonomi, saya yakin program-program lainnya akan terus mengalir. Mari kita buktikan bahwa masyarakat kita mampu bertanggung jawab dan sukses mengelola hibah ini,” pungkasnya. (Tim*)
