Program Ketahanan Pangan Polda Banten, 50 Hektar Tanaman Jagung di Tanggerang Terbengkalai

Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Polda Banten dipenuhi rumput liar

LINTASDESA.COM, TANGERANG – Sekitar 50 hektar tanaman jagung yang menjadi Program Ketahanan Pangan Polda Banten, di desa Bantarpanjang Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten yang diresmikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2025 kini terbengkalai dipenuhi rumput liar.

Dikutip dari Kompas.com yang melihat tanaman jagung tersebut, Selasa (30/12/2025) menuliskan, ribuan pohon jagung terlihat tumbuh dengan tinggi yang tidak merata.

Di bagian depan ladang, sejumlah tanaman jagung telah berbuah dengan tinggi sekitar satu meter. Mayoritas batang dan daunnya tampak menguning.

Sementara di bagian belakang ladang, kondisi tanaman lebih memprihatinkan. Banyak pohon jagung tumbuh lebih pendek, bahkan sebagian roboh.

Di hampir seluruh area, rumput liar tumbuh lebat, sebagian lebih tinggi dan menutupi pohon jagung.

Siang itu, tidak terlihat aktivitas penjagaan di ladang tersebut. Hanya ada sejumlah warga yang berada di lokasi sedang mencari rumput pakan ternak.

“Enggak ada yang jaga, sudah lama. Awal-awal dulu ada, tapi belakangan enggak pernah lihat,” ujar Supriatna, salah satu warga yang tengah mencari rumput.

Penampakan buah jagung di Desa Bantarpanjang, Tigaraksa, Tangerang yang merupakan program ketahan pangan oleh Polda Banten dan Polresta Tangerang

Sepengetahuan dia, rumput liar di ladang tersebut tidak pernah dibersihkan sehingga tumbuh subur dan dimanfaatkan warga untuk pakan sapi.

Baca Juga :  Wali Kota Malang Resmikan SPAM Mizuone, Akses Air Minum Mudah dan Murah untuk Masyarakat

Sementara jagung yang telah berbuah, menurut dia, tidak pernah ada aktivitas panen.

“Kalau lihat dari pohonnya, ini jagung hibrida, buat pakan ternak. Kondisinya juga enggak bagus,” kata Supriatna.

Diketahui program tanaman jagung tersebut merupakan kerjasama Polda Banten dan Polresta Tangerang dengan PT. MSD Corpora Internasional. Luas tanaman jagung sekitar 50 hektar, dengan luas tanam aktif sekitar 20 hektar yang terbagi dalam tiga blok, yaitu Blok A, B, dan C.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada, membantah anggapan bahwa ladang jagung tersebut terbengkalai dan gagal panen. Ia menyebut program budidaya jagung di Desa Bantarpanjang saat ini masih berada dalam tahap evaluasi teknis.

“Program budidaya penanaman jagung ini merupakan bagian dari dukungan ketahanan pangan dan masih terus dimonitor untuk memastikan keberlanjutan serta perbaikan hasil tanam,” ujar Indra melalui keterangan tertulis. (Jufala*)