“Menjemput Marwah di Situ Cigangsa: Kolaborasi Sanggar Seni Campaka Matangkan Pasanggiri Jaipong 2026”

PURWAKARTA – 11 APRIL 2026 – LINTASDESA.COM – Di bawah naungan langit Campaka dan aroma padi yang mulai menguning, sebuah langkah besar untuk melestarikan denyut nadi budaya Pasundan dimulai. Bertempat di Rumah Makan Abah Nurdin, para pejuang seni berkumpul dalam Rapat Pembentukan Panitia Pasanggiri Jaipong yang akan menjadi salah satu magnet utama peringatan Hari Jadi Purwakarta ke-195 dan Kabupaten Purwakarta ke-58 pada Juni mendatang.Digawangi oleh Bapak Sugiyanto (Pimpinan Sanggar Seni Budaya ATHARRAZKA) dan Ibu Sri Mulyani (Tokoh Seni Campaka), pertemuan ini bukan sekadar rapat formal, melainkan sebuah “panggilan jiwa” untuk mengembalikan panggung Jaipong ke akar rumput—ke tengah-tengah masyarakat desa.
Dukungan Penuh dari Lintas Sektoral
Geliat budaya ini tidak berjalan sendirian. Hadir langsung memberikan arahan strategis, Kabid Pariwisata Purwakarta, Bapak Dodi Samsul Bahri, yang menekankan pentingnya kualitas penyelenggaraan. Dukungan segar juga mengalir dari elemen ekonomi kreatif yang diwakili oleh Kang Hadi, serta Kang Rhana Nugraha selaku Duta Batik Nasional, yang siap mengawinkan pesona tari dengan identitas visual daerah.
Keandalan administrasi dan struktur kegiatan pun dijamin dengan kehadiran Kang Dodi Suhada. Pengalamannya menahkodai berbagai event besar hingga tingkat nasional menjadi jaminan bahwa Pasanggiri di Situ Cigangsa nanti akan dikelola secara profesional dan berstandar tinggi.

Situ Cigangsa: Panggung Masa Depan Tradisi
Setelah diskusi yang cukup mendalam, diputuskan bahwa perhelatan akbar ini akan dipusatkan di Panggung Seni ATHARRAZKA, Situ Cigangsa, Desa Campaka Sari. Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan; perpaduan alam Situ Cigangsa dan gerak gemulai Jaipong diharapkan mampu menciptakan harmoni yang magis bagi penonton dan peserta.
“Ini bukan sekadar kompetisi mencari juara. Kami ingin Pasanggiri ini menjadi nutrisi bagi generasi muda agar tidak tercerabut dari akarnya. Purwakarta punya karakter, dan Jaipong adalah identitas yang harus terus ditarikan,” ujar salah satu inisiator dalam rapat tersebut.
Undangan untuk Para Penari Nusantara
Digelarnya Pasanggiri ini pada bulan Juni diharapkan mampu menyedot perhatian wisatawan dan pecinta seni dari berbagai daerah. Lintasdesa.com mencatat bahwa antusiasme masyarakat desa Campaka sangat tinggi menyambut kegiatan ini sebagai bagian dari kebanggaan lokal (village pride) yang mendunia.
Mari bersiap, biarkan bunyi kendang bertalu di Situ Cigangsa, menyapa sejarah Purwakarta dengan gerak dan irama.
LD-BIRO PURWAKARTA ( AA HARY)
