Petani Muda Jatipuro Inisiasi Rumah Bibit dan Kebun Siswa Berbasis Pekarangan

JATIPURO, LINTASDESA.COM – Gerakan pertanian berbasis pekarangan mulai digerakkan oleh petani muda di Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar. Melalui pelatihan pertanian organik dan pengelolaan pekarangan terpadu, Kelompok Petani Pemuda Maju Jaya Nusantara Jatipuro menyiapkan langkah konkret berupa pendirian Rumah Bibit dan Kebun Siswa sebagai tindak lanjut kegiatan.

Pelatihan tersebut mendapat perhatian dan dukungan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karanganyar. Plt. Kepala Dispertan PP Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, mengapresiasi keterlibatan petani milenial dalam membangun pertanian berkelanjutan dari tingkat keluarga.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan menjadi strategi penting untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus kualitas gizi keluarga.

“Pekarangan rumah memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga jika dikelola dengan baik melalui pertanian organik. Anak muda harus hadir membawa inovasi di sektor pertanian,” ujar Feriana, (7/2/2026).

Ia juga mengajak generasi muda untuk bersama-sama membangun Kabupaten Karanganyar melalui penguatan sektor pertanian.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, jajaran Dispertan PP bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Jatipuro memberikan pelatihan pembuatan pestisida hayati sebagai alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan.

Baca Juga :  Satkopaska Koarmada II Kerahkan Team Penyelam ke Titik Dugaan Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Jatipuro, Mulyono, menekankan bahwa keberhasilan pertanian pekarangan harus diawali dengan pemahaman kondisi tanah. Ia menjelaskan bahwa setiap lahan memiliki karakter berbeda sehingga jenis tanaman yang dibudidayakan perlu disesuaikan.

“Kesuburan tanah harus dijaga dan dipulihkan, salah satunya dengan penggunaan pupuk organik. Ini penting agar pertanian pekarangan bisa berkelanjutan,” katanya.

Mulyono juga menyatakan kesiapan BPP Jatipuro untuk berkolaborasi dalam pelaksanaan program ketahanan pangan berbasis keluarga.

Rencana pendirian Rumah Bibit dan Kebun Siswa akan dilaksanakan di SD 01 Ma’arif NU Jatipuro. Rumah Bibit dirancang sebagai pusat pembibitan sayuran dan tanaman obat, sekaligus ruang belajar masyarakat terkait pupuk organik, pestisida hayati, dan pengelolaan pekarangan terpadu. Adapun Kebun Siswa diarahkan sebagai media pembelajaran ekologi dan pengenalan pangan sehat bagi anak-anak.

Perwakilan Serikat Tani Bumi Intanpari (SERTA BUMI), Yoseph Heriyanto, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan upaya menghidupkan kembali budaya bercocok tanam dari rumah. Ia menilai pekarangan rumah dapat menjadi basis produksi pangan keluarga melalui sistem terpadu yang mengombinasikan tanaman, ternak skala kecil, dan perikanan sederhana.

Baca Juga :  Ketum FORMADES: Kios Ditertibkan, Permainan Pupuk Bergeser ke Kelompok Tani

“Rumah harus menjadi ruang produktif, bukan hanya tempat konsumsi. Dari pekarangan, keluarga bisa membangun kemandirian pangan,” ujarnya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari pemerintah desa. Kepala Desa Jatipurwo, Drs. Harno, menyatakan bahwa inisiatif petani muda tersebut sejalan dengan upaya desa dalam memperkuat ketahanan pangan dan pendidikan lingkungan sejak dini.

Sementara itu, perwakilan panitia pelaksana, Sumarno, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pelatihan akan ditindaklanjuti dengan praktik langsung agar tidak berhenti pada tataran teori.

“Rumah Bibit dan Kebun Siswa menjadi langkah awal implementasi nyata di lapangan,” ujarnya.

Forum Membangun Desa (Formades) Kabupaten Karanganyar juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi. Perwakilan Formades, Parjono, menegaskan komitmennya untuk mendukung pendampingan dan penguatan kelembagaan agar program ketahanan pangan berbasis keluarga di Jatipuro dapat berjalan berkelanjutan.(hry)