Serangan Hama Tikus Rusak Tanaman Padi Petani Jumapolo

Petani Lemahbang, Kecamatan Jumapolo menunjukan sawahnya yang terserang hama tikus

Karanganyar, Lintasdesa.com – Serangan hama tikus kembali melanda areal persawahan di Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar. Tanaman padi yang baru berusia sekitar dua minggu dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat serangan tikus yang terjadi secara masif.

Sukino (60), petani asal Desa Lemahbang, Kecamatan Jumapolo, mengatakan serangan tikus kali ini sulit dikendalikan. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pemberian bau-bauan menyengat di pematang sawah hingga pemasangan jebakan, namun belum membuahkan hasil.

“Padi baru dua minggu sudah banyak yang habis dimakan. Tikusnya sangat banyak,” ujar Sukino, Senin (29/12/2025).

Akibat serangan tersebut, Sukino memperkirakan hasil panen dari lahan sawah seluas sekitar 3.000 meter persegi akan menurun. Jika sebelumnya mampu menghasilkan sekitar 15 karung padi, kini diperkirakan hanya mencapai 12 karung.

Penurunan hasil panen juga dialami petani lain di wilayah Jumapolo. Serangan tikus terjadi hampir merata sehingga petani kesulitan melakukan pengendalian secara mandiri.

Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) Desa Lemahbang, Arif Priyanto, mengatakan pihaknya telah melakukan upaya pengendalian bersama kelompok tani, termasuk gerakan pengendalian dan pembagian rodentisida di beberapa kelompok.

Baca Juga :  Bupati Jombang Tegaskan Komitmen Swasembada Air Lewat Penguatan Perumdam

“Kami juga menyarankan penggunaan varietas padi yang kurang disukai tikus, seperti Inpari 32,” kata Arif.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Disisperran PP) Kabupaten Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, menyatakan pihaknya siap melakukan pendampingan jika petani mengajukan pengendalian secara bersama-sama.

“Jika petani datang ke kami atau ke POPT, kami siap mendampingi. Pengendalian harus dilakukan secara kompak melalui gerakan gropyokan,” ujarnya.

Feriana menambahkan, pengendalian hama tikus perlu dilakukan secara rutin dan kolektif. Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan berupa rodentisida, peminjaman alat emposan, serta penerapan pola tanam serentak.

Untuk jangka menengah, Disisperran PP Karanganyar merencanakan penguatan pengendalian hama berbasis alami, seperti pengadaan rumah burung hantu (Rubuha) dan pemanfaatan burung hantu sebagai musuh alami tikus. (Ysp)