Perguruan Lugay Kancana Purwakarta Gelar Ujian Kenaikan Sabuk di Wanayasa

LINTASDESA.COM, PURWAKARTA — Perguruan Lugay Kancana Purwakarta menggelar Ujian Kenaikan Sabuk (UKS) yang diikuti lebih dari 100 siswa dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga dewasa. Kegiatan ini dilaksanakan di Camping Ground Wanakula Kiara Pedes, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, pada Kamis (19/12/2025).

Guru Besar Perguruan Lugay Kancana, Dodi Suhada Akum, mengatakan bahwa UKS tidak hanya berfokus pada evaluasi teknis pencak silat, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik.

Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk melatih kemandirian, tanggung jawab, serta memperkuat kebersamaan dan nilai gotong royong di kalangan siswa.

“UKS ini bukan sekadar proses kenaikan sabuk, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter agar para siswa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan memiliki rasa kebersamaan,” ujar Dodi Suhada di sela kegiatan.

Acara UKS tersebut turut dihadiri Presiden APN, Agus Dadang Hermawan atau yang akrab disapa Abah Harry. Ia menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilainya positif bagi pembinaan generasi muda, khususnya Generasi Z.

Menurut Abah Harry, kegiatan seperti UKS berbasis alam dan kebersamaan memiliki nilai penting dalam membangun kedisiplinan serta karakter peserta didik. Ia juga berharap inisiatif Perguruan Lugay Kancana dapat memperoleh perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah.

Baca Juga :  Warga Kedungkandang Gempar dengan Penemuan Mayat Misterius di Sungai Bangau

“Kegiatan ini sejalan dengan upaya pelestarian budaya dan pembinaan generasi muda, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” katanya.

Selain para siswa, orang tua peserta juga turut mengikuti kegiatan dengan berkemah di lokasi terpisah. Kehadiran orang tua tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap proses pembinaan dan pendidikan yang dijalani anak-anak mereka.

Perguruan Lugay Kancana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan UKS, termasuk panitia, siswa, orang tua, serta pihak-pihak pendukung lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong minat generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap pencak silat tradisi.(ADH)

Editor: Redaksi Lintasdesa.com